Puisi Buddhis

Ekspresi Seorang Puthujjana

20 Maret 2016

Untuk Merasakan Dhamma-Mu

›
Saat rintik hujan membasahi wajahku terbayang senyum kedamaian-Mu seakan kau memanggil-panggil diriku untuk merasakan Dhamma-Mu
15 Mei 2015

Sebuah Eulogi untuk Buddha

›
Cahaya harapan muncul di Asia, di Lumbini saat purnama di bulan Vesakha, Yang lahir dalam wujud pangeran manusia, Yang kelak menuntun ma...
29 Mei 2014

Jatuh Cinta kepada Dhamma

›
Saat dulu aku lebih muda ku temukan sebuah ajaran mulia tentang kasih untuk semesta dan benar aku menyukainya
24 April 2014

Puthujjana

›
Hidup dalam sila, melihat dengan metta, mendengar dengan karuna, berucap dalam sacca, bersikap dalam upekkha, di dunia yang serba fan...
08 Januari 2014

Kota Tanpa Angin

›
Bawalah aku ke kota tanpa angin di seberang waktu Di mana tiada api dan bara membakar kulitku Bawalah aku ke kota tanpa angin di seberang...
05 April 2013

Aku Seorang Manussa

›
Aku seorang manussa yang berselimut dosa, lobha dan moha yang terbakar dalam kebencian yang tenggelam dalam keserakahan yang tersesat d...
21 Mei 2012

Vesak Yang Kuimpikan

›
Kuimpikan Vesak yang syahdu bersama sejuta asa Saat terbenam sang surya dan purnama bercahya kudengar genta bertalu
‹
›
Beranda
Lihat versi web
Diberdayakan oleh Blogger.