Tetesan air mata derita,
meski ada di ujung semesta,
terdengar oleh-Nya bagai gema,
menggetarkan batin yang lembut-Nya.
Suara isak tangis derita,
meski ada di ujung semesta,
bagaikan luka pada diri-Nya,
menumbuhkan tekad yang agungnya:
Biarlah Aku dalam dunia,
membebaskan derita mereka,
biarlah Aku menjadi mata,
yang menuntun batin yang membuta.
Biarlah aku dalam samsara,
membebaskan dukkha tiga loka,
hingga ke ujung semesta raya,
hingga diriku tidak bersisa.
(©atimus191125)