Puisi Buddhis
Ekspresi Seorang Puthujjana
29 Mei 2018
Manussa Beruntung
Aku manussa beruntung
Yang bisa merasakan indahnya Dhamma-Mu
Akulah manussa yang beruntung
Bisa lahir di dunia, dalam masa-Mu
Baca selengkapnya »
31 Januari 2018
Ku Arungi
Purnama biru
telah lama kutunggu
dalam heningnya waktu
di setiap kelanaku
Baca selengkapnya »
07 November 2017
Domba yang Berubah
Ku putuskan untuk melangkah pergi
Tanpa sesal meninggalkan dirimu
Tahukah kau, aku bukan dombamu lagi
Hilang sudah percayaku akan semua ujarmu
Baca selengkapnya »
18 Agustus 2017
Aku Ingin Merdeka
Aku ingin merdeka...
Aku ingin merdeka dari kesakitanku
Yang menganggu tugas dan berkaryaku
Baca selengkapnya »
08 November 2016
Kehausan
Kehausan dalam diri
bagai badai sanubari
menjeratkan diri yang lemah
dengan hasrat gelisah
Baca selengkapnya »
20 Maret 2016
Untuk Merasakan Dhamma-Mu
Saat rintik hujan membasahi wajahku
terbayang senyum kedamaian-Mu
seakan kau memanggil-panggil diriku
untuk merasakan Dhamma-Mu
Baca selengkapnya »
15 Mei 2015
Sebuah Eulogi untuk Buddha
Cahaya harapan muncul di Asia,
di Lumbini saat purnama di bulan Vesakha,
Yang lahir dalam wujud pangeran manusia,
Yang kelak menuntun manusia lepas dari derita.
Baca selengkapnya »
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Beranda
Langganan:
Komentar (Atom)